Berkreasi di masa pandemi

Pendidikan dalam perspektif kebijakan didefinisikan sebagai usaha sadar dan terencana untuk mewujudkan suasana belajar dan proses pembelajaran agar peserta didik secara aktif mengembangkan potensi dirinya untuk memiliki kekuatan spiritual keagamaan, pengendalian diri, kepribadian, kecerdasan, akhlak mulia, serta keterampilan yang diperlukan dirinya, masyarakat, bangsa dan negara. (UU No. 20 Th 2003 tentang Sisdiknas)

Kedudukan guru dan dosen sebagai tenaga profesional bertujuan untuk melaksanakan sistem pendidikan nasional dan mewujudkan tujuan pendidikan nasional, yaitu berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia yang beriman dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Esa, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri, serta menjadi warga negara yang demokratis dan bertanggung jawab (UU No.14 Th 2005 tentang Guru dan Dosen).

Dalam mewujudkan cita-cita mulia bidang pendidikan di era global ini, guru dituntut harus mampu menguasai teknologi informasi dan komunikasi sebagai sarana utama dalam proses pendidikan dan pengajarannya. Tentu sarana utama itu wajib dilandasi dengan sikap, pengetahuan (wawasan) dan ketrampilan berstandar global.

Peristiwa pandemi COVID-19 atau biasa dikenal masyarakat sebagai wabah korona telah menjadikan banyak perubahan di kanan-kiri kita. Adanya kasus pendemi COVID-19 yang terjadi belakangan ini tidak hanya terjadi di negara kita saja, namun wabah tersebut sudah meluas di seluruh penjuru dunia. Akibatnya hingga membawa pengaruh dan dampak yang sangat besar di semua bidang kehidupan, pun pula di bidang pendidikan yang terjadi di negara kita tercinta Indonesia. Awalnya semua komponen berharap mungkin kondisi pandemi ini tidak akan berlangsung lama, boleh jadi tiga atau maksimal mungkin enam bulan sudah usai. Namun kenyataan menentukan lain. Pandemi di bidang pendidikan masih berlangsung hingga kini.

Di bidang pendidikan beberapa permasalahan yang terjadi mulai dari terhambatnya proses pembelajaran dan berbagai masalah teknis lain turut mewarnai dampak pandemi ini dengan segala dinamikanya. Lebih parah lagi ditambah kondisi menurunnya penghasilan individu karena banyaknya anggota masyarakat yang kehilangan pekerjaan. Hal ini membawa dampak psikologis yang sangat luar biasa pada semua pihak yang berhubungan dengan dunia pendidikan kita.

Munculnya dampak masa pandemi ini, awalnya dirasa merupakan suatu hal yang sangat asing dan hal baru bagi masyarakat pendidikan Indonesia, hal ini karena tidak ada persiapan awal bahwa akan terjadi kondisi anomali liar seperti yang kita alami bersama hingga saat ini. Untuk itu salah satu alternatif cepat yang banyak ditempuh oleh pengajar maupun peserta didik adalah menyesuaikan diri dan dituntut untuk segera menguasai teknologi sesuai dengan media pembelajaran yang dibutuhkan untuk proses pembelajaran dan aktifitas penunjang lainnya. Aktifitas pembelajaran tatap muka dialihkan melalui pembelajaran dalam jaringan (daring) atau lebih umum disebut pembelajaran online. Setuju tidak setuju, mau tidak mau akhirnya semua pihak mengikuti aturan tersebut.

Pembelajaran online atau biasa disebut dalam jaringan (daring) beserta segala pernak-perniknya ternyata meninggalkan beberapa permasalahan juga. Tidak hanya pendidik, namun juga yang dialami peserta didik dan orang tua pula. Sehingga akhirnya diantara keputusasaan guru dan murid sejatinya sangat mengharapkan segera dilakukan pembelajaran tatap muka normal. Hal inipun tidak lepas dari permasalahan kompleks bahwa pembelajaran online juga menimbulkan kejenuhan jika terus-menerus dilakukan dalam masa yang panjang.

Permasalahan lain yang dialami penulis di saat program penerimaan peserta didik baru (PPDB) di masa pandemi ini. Hal-hal normatif untuk mempersiapkan kegiatan penerimaan peserta didik baru (PPDB) bagi sekolah swasta pasti tidak lepas dari upaya promosi sekolah untuk menjaring calon peserta didik baru. Pada kondisi normal program ini dapat dilakukan dengan cara membagikan brosur, promosi ke sekolah-sekolah sasaran dan melaksanakan kegiatan promosi langsung lainnya sebagai mana biasa sudah sering dilakukan. Namun ternyata di suasana pandemi ini untuk kegiatan promosi sekolah juga terkena imbas program pembelajaran online juga.

Untuk itu diperlukan kreatifitas dan terobosan-terobosan baru untuk menghadapi kondisi tersebut. Banyak alternatif ditempuh oleh pendidik untuk mewujudkan ide terobosan tersebut dengan segala keterbatasan dan kelebihannya pula. Keberanian pendidik untuk melakukan perubahan-perubahan itulah yang kalau boleh penulis dekatkan dengan isitilah kreatifitas berkreasi di masa pandemi ini. Sejatinya guru kreatif adalah guru yang mampu mengaktualisasikan dan mengekspresikan secara optimal segala kemampuan yang ia miliki dalam rangka membina dan mendidik anak didik dengan baik. Seorang guru yang kreatif akan memiliki sikap kepekaan, inisiatif, cara baru dalam mengajar, kepemimpinan serta tanggungjawab yang tinggi dalam pekerjaan dan tugasnya sebagai seorang pendidik. Menempatkan krearif untuk mempromosikan sekolah mutlak dibutuhkan sekolah.

Menjelang akhir tahun pelajaran 2019-2020 kemarin, sekolah-sekolah sedang gencar dalam melakukan promosi-promosi online dengan segala cara yang dapat dilakukan. Hal ini ini tak luput karena pada masa pandemi Covid-19 yang sedang berlangsung, banyak pihak khawatir berlebihan karena program promosi terhalangi oleh adanya aturan pemerintah untuk tetap diam dirumah selama masa pandemi. Menyikapi kebutuhan akan promosi sekolah secara online akhirnya penulis mengambil cara memanfaatkan media sosial untuk ajang promosi sekolah. Namun apa daya karena penuh dengan segala keterbatasan akhirnya pandemi ini mengajarkan kepada kita untuk mengembangkan daya kreasi baru untuk kreatif melaksanakan program-program sekolah ini.

Dengan berbagai cara akhirnya penulis bersama team manajemen sekolah menjadikan media sosial dipakai untuk ajang promosi sekolah. Adapun media sosial yang dipilih saat itu adalah (1) instagram, (2) fanpage dari facebook, dan (3) channel youtube. Tak luput media sosial whatsapp (4) juga dimanfaatkan untuk ajang promosi sekolah.

Awalnya karena belum mempunyai pengalaman untuk bermedsos ria tentu dengan tertatih-tatih penulis memulai kegiatan ini. Hanya bermodalkan gawai android sederhana akhirnya penulis bersama manajemen sekolah harus memberanikan diri melakukan promosi sekolah melalui media sosial. Dengan berbagai cara untuk belajar akhirnya penulis mencoba terobosan-terobosan baru teknik berpromosi di media sosial ini. Kendala awal adalah ketrampilan menempatkan fotografi dan editing untuk mendukung kegiatan tersebut. Sehingga di awal pandemi tahun kemarin proses promosi mulai dari persiapan pra pengambilan gambar sampai editing final berjalan sangat lambat sekali. Dan hasil yang dicapaipun belum memuaskan semua pihak. Namun kondisi ini tidak melemahkan semangat kita untuk senantiasa berkreasi dan mencari cara-cara baru yang efektif dan efisien.

Alhamdulillah, dengan segala daya dan upaya serta kerjasama semua komponen sekolah serta dukungan para pihak akhirnya promosi sekolah melalui media sosial ini dapat berjalan dan membawa hikmah kita untuk harus selalu belajar berkreasi menciptakan hal-hal baru yang selama ini belum sempat kita pikirkan. Ini dapat mengasah kemampuan kita untuk memanfaatkan gawai untuk menunjang program-program pendidikan lainnya. Bahkan sekarang dengan mudah kita dapat belajar mengikuti pelatihan secara online sehingga banyak hal baru yang kita dapatkan untuk diterapkan dalam promosi sekolah di masa pandemi ini.

Penulis adalah admin akun media sosial sekolah di bawah ini:

1. @sma.maarif.sukorejo

2. www.facebook.com/smamaarifsukorejo

3. www.youtube.com(c)SMAMaarifSukorejoPasuruan